steadyaku47

Showing posts with label fauzi. Show all posts
Showing posts with label fauzi. Show all posts

Tuesday, 27 March 2018

Fungsi media sebagai media pengawasan tidak berjalan dengan baik di Malaysia.


Catatan dari bumi Indonesia(Tulisan ini adalah tulisan dari seorg wartawan senior Indonesia yang saya kenal dan saya edit dan tambah untuk kesesuaian semasa di Malaysia)
Perbezaan Sistem kewartawanan di Indonesia dan Malaysia Dan kebebasan Akhbar dan 'Fake News Act'.

Indonesia adalah negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi, dimana masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar dalam berekspresi dan menyampaikan pendapat. Oleh sebab itu, media di Indonesia juga memiliki kebebasan tertentu. Namun jika diteliti secara lebih mendalam, sistem kewartawanan di Indonesia tampak cenderung ke arah media yang liberal. Menurut Simarmata (2014: 91-92), karakteristik libertarian tersebut dapat dilihat dari sistem media Indonesia yang membiarkan setiap anggota masyarakat untuk menikmati kebebasan sebagai bagian dari demokrasi. Kita juga dapat melihat bahwa media di Indonesia diberi kebebasan untuk melakukan kritik terhadap pemerintah, dan hal tersebut dijamin oleh undang-undang. Selain itu, sistem media di Indonesia juga memberikan ruang kepada wartawan untuk mendirikan organisasi profesi wartawan dengan kode etik jurnalisme. Hal tersebut tentu membuat wartawan menjadi semakin independen. Berkaitan dengan konten media, dalam media Indonesia juga terdapat globalisasi konten media, sehingga tidak ada batasan bagi wartawan untuk mengambil berita dari negara manapun.
Setelah orde baru, media di Indonesia meraih kebebasannya dalam pemberitaan. Media Indonesia semakin leluasa dalam menyampaikan berita politik tanpa harus merasa terancam bahwa pemerintah akan mencabut izin usahanya (Hamad, 2004: 66). Bahkan beberapa media terlihat terbuka memberitakan tokoh-tokoh politik, baik yang didukung maupun yang diserangnya. Acara-acara televisi seperti Lawyers Club juga tidak mendapat larangan meskipun kontennya banyak membahas tentang pemerintah, baik kelemahan maupun kekuatan pemerintah tersebut.
Malaysia menganut sistem pemerintahan demokrasi berparlimen (Aziz, 2014). Alatas (dalam Heryanto, 2004: 24) mengatakan bahwa demokrasi di Malaysia tidak bisa dipandang sebagai tampilan permukaan saja. Namun pada kenyataannya, sistem pemerintahan demokrasi di Malaysia TIDAK MENJAMIN adanya demokratisasi sistem media. Kebebasan media di Malaysia dikorbankan demi melindungi kepentingan-kepentingan kaum elit, seperti kerajaan/parti yang memerintah, kelompok ugama berpolitik, dan monarki (Weaver & Lars, 2012: 80).
Sistem media di Malaysia hampir sama dengan sistem medai Indonesia pada masa orde baru(era Suharto), yaitu sistem media yang cenderung bersifat otoriter. Itulah sebabnya Malaysia masih sering dianggap sebagai negara demokrasi yang semi-otoritarian (Freedman, 2006: 134-135). Di Malaysia, jika sebuah pemberitaan tidak sesuai dengan keinginan pemerintah, jurnalis yang membuat berita tersebut akan ditangkap, sementara izin usaha media yang memuatnya akan dicabut. Bahkan Undang-Undang Media Cetak dan Publikasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Malaysia pada tahun 1984 memberi kewenangan kepada Departemen Dalam Negeri Malaysia untuk menghentikan penerbitan sebuah media massa jika pemberitaan yang dilakukan tidak sejalan dengan pemerintah (Loh, 2002: 128). Keputusan tersebut dapat diambil meskipun tidak ada alasan dan proses hukum yang jelas. Salah satu contohnya adalah yang terjadi pada tahun 2015, dimana surat kabar The Edge Weekly dan The Edge Financial Daily dibredel oleh pemerintah selama tiga bulan. Pembredelan terjadi karena kedua surat kabar tersebut memuat berita tentang dugaan suap yang dilakukan oleh Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak (Saputra, 2015).Dan yang terbaru adalah undang berita palsu(FAKE NEWS ACT)yang boleh dikenakan hukuman penjara maksima 10tahun.
Bukan hanya melarang pemuatan berita tentang pemerintah yang bersifat negatif, pemerintah Malaysia juga melarang orang-orang yang tidak disukainya untuk membuat siaran media (Widianto, 2016). Sebagaimana media otoritarian, media di Malaysia lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dibanding kepentingan publik (Oetama, 2001: 51). Media di Malaysia diizinkan untuk membuat pemberitaan apapun dengan syarat menghindari kritik dan pertentangan atas kebijakan pemerintah. Itulah sebabnya berita yang disampaikan media harus dipilih-pilih terlebih dahulu agar sesuai dengan kebijakan pemerintah. Hasilnya, fungsi media sebagai media pengawasan tidak berjalan dengan baik di Malaysia.(Dr.Fauzi Haji Mohamad,Jakarta)

Monday, 26 March 2018

Fake News

FAKE NEWS,REAL NEWS AND SATIRE.(Catatan dari Bumi Indonesia-Dr.Fauzi Mohamad)

Dalam politik adu domba ini konflik sengaja diciptakan/reka. Perpecahan tersebut dimaksudkan untuk mencegah terjadi aliansi yang bisa menentang kekuasaan, mungkin itu kekuasaan di Pemerintah, di parti, masyarakat, dan sebagainya. Pihak-pihak atau orang-orang yang bersedia bekerja sama dengan kekuasaan, dibantu atau dipromosikan, pada masa yang sama mereka yang tidak bersedia bekerjasama, dipinggir/diketepikan. Ketidakpercayaan terhadap pucuk pimpinan parti atau kumpulannya sengaja diciptakan agar parti atau kumpulan tersebut tidak tumbuh besar dan padu/solid. Adakalanya tidak hanya ketidakpercayaan, bahkan permusuhan pun disemai. Teknik yang digunakan adalah agitasi, propaganda, desas-desus, bahkan fitnah(Fake News?). Dan praktik itu menjadi sangat subur di tengah perang media yang bebas tak terkendali. Maka Sang Provokator akan berkata "Sit back and enjoy the show,with sweet popcorn'


Wednesday, 13 September 2017

Kelohan sa orang sahabat ku : Dalam surat khabar cina hari ni....


Dalam surat khabar cina hari ni, kalau pandai, sila beli & baca akhbar "China Press". Muka depan atas sekali sebelah kanan cerita pasal masalah ekonomi Malaysia semakin teruk dgn nilai matawang jatuh, harga barang semakin naik.
Mereka menasihati bangsa dia ikat perut dan berjimat dengan tidak membeli barangan yang tidak perlu. Sedangkan akhbar & majalah melayu kita termasuk Utusan, URTV, Mangga dll hanya menyiarkan hiburan, artis baru naik, kahwin cerai artis, kemalangan, bom sana sini, dadah, dan lain2 yg remeh temeh melekakan Melayu. Mereka tidak menyiarkan tajuk demikian kerana takut rakyat panik.
Semua jenis pernivgagaan terutama kain baju hilang pendapatan lebih 50℅ termasuk Sogo. Pusat perniagaan Nilai 3 di Seremban sepi, tokey besar pening, sumber dari tokey pakaian di Pertama Complex. Bank dah pun mula tutup cawangan2 untuk kurangkan kos operasi. Mula2 Maybank kemudian CIMB dan kemudiannya pasti diikuti oleh bank2 lain. Ekonomi mungkin akan meleset lagi. Kalau dikaji tentang putaran ekonomi yang meleset setiap 10 tahun sekali memang kita sedang menghampiri. 1988, 1998, 2008 dan kini 2018.
Oleh itu para sahabat, pakailah kereta yang ada, duduklah rumah yang ada, tangguh melancong dulu sebab cash amat perlu ketika ekonomi tak menentu. Mungkin sebahagian simpan dalam bentuk saham @ emas. Nak beli rumah baru, tunggu sat, nanti dia akan jadi murah yang amat sangat. Masa tu belilah. Sekadar ingatan buat diri sendiri & teman2 ku semua. 
Surat khabar berbahasa melayu tetap mengatakan ekonomi negara stabil dan berkembang....

Fauzi




Friday, 25 August 2017

Isu Bendera Terbalik : Masih Hangat di Indonesia.

NASIONAL
Gesa henti demonstrasi di Kedutaan Malaysia
Gesa henti demonstrasi di Kedutaan Malaysia
Fauzi (kiri) ketika pertemuannya dengan Adek, Selasa lalu.
    JAKARTA - INDONESIA. Kesemua ahli Laskar Merah Putih seluruh Indonesia digesa untuk tidak mengulangi demonstrasi di Kedutaan Malaysia susulan isu bendera Indonesia terbalik dalam Sukan SEA Kuala Lumpur 2017.

    Penasihat Markas Besar Laskar Merah Putih, Datuk Dr Fauzi Mohamad berkata, demontrasi ini perlu dihentikan demi kebaikan kedua-dua negara.

    “Pada masa sama, Ketua Polis Negara (Malaysia), Tan Sri Khalid Abu Bakar juga telah berjanji akan menyiasat perkara tersebut.

    “Saya meminta kepada semua Laskar Merah Putih seluruh Indonesia untuk tidak mengulangi demonstrasi di Kedutaan Malaysia yang telah direncanakan bagi memprotes isu bendera terbalik berkenaan serta juga untuk menghormati saya sebagai Penasihat Markas Besar Laskar Merah Putih,” katanya yang juga Penasihat Pertubuhan Al Qalam Malaysia dan Indonesia.

    Selasa lalu, Fauzi telah bertemu dengan Ketua Umum Laskar Merah Putih, Adek Erfil Manurung bagi memohon maaf bagi Kerajaan Malaysia dan rakyat Malaysia kepada seluruh rakyat Indonesia mengenai isu bendera terbalik.

    Fauzi berkata, dalam pertemuan tersebut turut memutuskan permohonan maaf yang dibuat oleh Menteri Belia dan Sukan Malaysia, Khairy Jamaluddin Abu Bakar masih belum cukup untuk memuaskan hati rakyat Indonesia.

    Sementara itu, Adek pula mendesak Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak ‘turun’ sendiri ke Indonesia untuk memohon maaf berkenaan isu bendera terbalik.
    Adek turut memaklumkan sekiranya Najib gagal berbuat demikian, kumpulannya akan melakukan lebih kerap demonstrasi dan akan disertai ribuan anggota


    DEMI ALLAH.SAYA LAKUKAN INI DEMI DUA NEGARA MALAYSIA DAN INDONESIA.DAMAILAH BANGSAKU.JIKA TIADA YG MAHU DATANG KE INDONESIA.BIAR SAYA YANG LAKUKAN.



    Tuesday, 11 April 2017

    Malaysian in Jakarta membantu siasatan berhubung kes dadah.

    BERNAMA › NEWS


    Ahli perniagaan Datuk Fauzi Mohamad dan isteri 
    Datin Zaitun Evitania yang membantu dua rakyat 
    Malaysia yang kini ditahan di lokap balai polis di 

    Jakarta


    JAKARTA, 10 April (Bernama) -- Misteri kehilangan dua sahabat karib dari Selangor yang berkunjung ke Jakarta sejak 30 Mac lepas akhirnya terjawab apabila kedua-dua mereka akhirnya ditemui di dalam lokap balai polis di sini.

    Mohamad Shafa Ahmad, 29, dan Kamarol Arifin Mohamad Darus, 27, kini ditahan bagi membantu siasatan berhubung kes dadah.

    Kedua-dua mereka sebenarnya ditahan oleh pihak berkuasa Indonesia di Lapangan Terbang Antarabangsa Soekarno-Hatta di sini pada 30 Mac setelah polis menemui beberapa biji pil dipercayai dadah sintetik melalui pemeriksaan badan mereka berdua.

    Seorang ahli perniagaan Malaysia di Jakarta Datuk Dr Fauzi Mohamad memberitahu Bernama beliau kini cuba memberi bantuan untuk melantik peguam bagi membantu kedua-dua rakyat Malaysia itu.

    "Saya dimaklumkan bahawa mereka didapati membawa dadah dan dipercayai untuk kegunaan sendiri tetapi ia tetap menyalahi undang-undang negara ini dan kita sedang berusaha untuk membantu mereka dengan melantik peguam sementara menunggu tindakan selanjutnya," kata beliau.

    Fauzi berkata beliau dan isteri Datin Zaitun Evitania telah beberapa kali berkunjung ke balai polis Seksyen Lapangan Terbang untuk bertemu dengan kedua-dua pemuda itu.

    "Mereka dalam keadaan baik, malah isteri saya juga membawa makanan kepada mereka di lokap polis," katanya lagi.

    Mohamad Shafa dan Kamarol Arifin masing-masing bekerja sebagai penghantar surat dan juruteknik kilang dilaporkan hilang selepas tiba di Jakarta dengan menaiki pesawat AirAsia pada jam 2 petang 29 Mac lepas dari Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur 2 (klia2).

    Dua sahabat baik itu berasal dari Kampung Sijangkang, Teluk Panglima Garang, Selangor dilaporkan hilang di Jakarta, Indonesia sejak 30 Mac lalu dan mereka mengunjungi ibu kota ini untuk menonton konsert Dj Armin Van Buuren di Jakarta International Expo di sini.

    Waris kedua-dua lelaki berkenaan membuat laporan mengenai kehilangan setelah mereka tidak menghubungi keluarga sejak tiba di Jakarta dan dilaporkan tidak mendaftar masuk ke hotel yang ditempah.

    Keadaan menjadi bertambah keliru apabila seorang daripada mereka kononnya dilaporkan telah pulang melalui Johor Bahru dan dikatakan menyembunyikan diri.

    -- BERNAMA


    steadyaku47 comment : Right or wrong I hope the Malaysian government will extend assistance to these two.  





    Saturday, 28 January 2017

    Tabek and Respect brother!




    I came across this a few minutes ago....not in time to share with our Chinese brothers who are celebrating CNY today...but nevertheless this is something we all need to know and share. Brother Fauzi....you just went the extra mile to tell our Chinese brothers that you care enough to post this greetings to them. Salute!