steadyaku47

Monday, 21 September 2015

Najib and the FBI : Harian Rakyat Merdeka



Home

FBI Sanggupkah Gulingkan Razak
Usut Korupsi PM Malaysia
Senin, 21 September 2015 , 09:11:00 WIB
Harian Rakyat Merdeka

NAJIB RAZAK/NET
  

RMOL. Dugaan korupsi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mulai dikorek-korek FBI. Penyelidikan oleh Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS) itu dinilai makin memojokkan posisi Najib, di tengah protes anti-pemerintah. Sanggupkah FBI gulingkan Najib Razak?

Menurut Wall Street Journal, yang mengutip orang dalam FBI, penyelidikan kasus dugaan pencucian di perusahaan milik negara, 1MDB, dimulai Sabtu lalu. Biro asal Amerika ini dilaporkan menyelidiki surat-surat yang mencurigakan. Namun sampai sekarang belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Malaysia maupun FBIterkait penyelidikan tersebut.

Kabar penyelidikan ini muncul tak lama setelah politisi senior Khairudin Abu Hassan ditangkap oleh kepolisian Malaysia. Khairudin diketahui akan pergi ke AS akan melaporkan skandal dugaan korupsi di 1MDB ini ke FBI. Bekas politisi partai berkuasa UMNO ini disebut sebagai whistle blower atau orang yang membongkar kasus korupsi.

Pengacara Khairuddin, Matthias Chang, menyebut penangkapan ini sebagai upaya pemerintah Malaysia membungkam kliennya. Khairuddin merupakan mantan Ketua DPP UMNO. Dia menyerukan transparansi soal hilangnya dana milik perusahaan Malaysia, 1MDB yang disebut-sebut masuk ke rekening pribadi PM Najib. Khairuddin telah pergi ke Swiss, Inggris, Prancis dan Hong Kong untuk melaporkan kasus ini, setelah merasa penyelidikan otoritas Malaysia tidak mengalami perkembangan yang berarti.

Sebelum FBI, beberapa lembaga dunia ikut investigasi mengenai dugaan korupsi yang dilakukan Najib. Antara lain adalah Bank Swiss, yang langsung membekukan semua aset 1MDB yang disimpan di tempat mereka. Otoritas Hong Kong ikutan menginvestigasi, di mana sejumlah uang dari lembaga itu juga masuk ke beberapa tempat di Hong Kong.

Sementara itu, dilaporkan My Metro, agenda Najib seharian kemarin cukup sibuk. Pagi hari dia dilaporkan menghadiri pertemuan dengan Sultan Johor, Sultan Ibrahim Iskandar di Country Garden. Setelah itu, Najib geser ke acara ke acara peresmian gedung baru milik Umno di Bahagian Muar.

Bagaimana nasib Najib? Pengamat hubungan internasional dari Unpad Teuku Rezasyah menilai, investigasi FBI akan makin memojokkan posisi Najib. Apalagi Malaysia dikenal punya akar sama dengan Inggris, yaitu sangat mengedepankan tata kelola yang terbuka dan bersih. "Mereka sangat alergi dengan praktik yang tidak benar," kata Reza, saat dikontak tadi malam.

Meski begitu, lanjut dia, posisi Najib sebagai perdana menteri belum terancam benar. Apalagi, pengadilan Malaysia belum bisa membuktikan apakah Najib bersalah atau tidak. Kata dia, posisi Najib akan genting ketika sudah dipanggil Kepala Negara atau Sultan asal Kedah, Sultan Halim Muadzam Syah. Jika sudah begitu, wacana kemungkinan-kemungkinan Najib mundur masuk tahap serius.

"Jika belum ada pemanggilan dari Sultan asal Kedah itu bisa dibilang nasib Najib masih aman. Najib tak akan terjungkal. Dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda pemanggilan," ucapnya.

Meski begitu, ucap Reza, Malaysia adalah Melayu. Walau nanti Najib mundur, maka pergantian akan dilakukan dengan cara-cara elegan dan konstitusional. "Misalnya dengan cara mengadakan pemilu, dan Najib kalah dalam pemilu," cetus Reza.

Soal adanya tuntutan mundur dari kelompok Bersih, Reza menilai saat ini tuntutan tersebut menjadi tidak relevan. Soalnya, warga Melayu sudah balik mendukung Najib. Soalnya, apa yang disuarakan kelompok Bersih 4 memojokkan Najib dan simbol-simbol Melayu. "Warga Melayu pun berpikir, bagaimana pun Najib adalah seorang Melayu," tuturnya. ***